like a butterfly

like a butterfly

Senin, Desember 22, 2008

Warna Dalam Feng Shui

Do you believe about Feng Shui ? Feng Shui is a Chinese culture to help make a balancing in the life. In the feng shui, the colors is a vibration. We always responsed this, when we aware or not. What colors are we clothes daily influence point of view the others to us. This is some colors character in feng shui, usually applied the colors of interior and exterior paint in the house :

RED

The red characteristic gave stimulation and domination. Closely related with warmly and abounding, but gave too the angry, shame and dislikeness. In the room house, red is become less the measurement, but make the objects looks larger. Red is good for the accent. Right for dinning room, children room, kitchen and working room.

YELLOW

Closely related with bright and clear, and intellectuality too. The characteristic is gave the stimulation in the brain and helping in digestion. Positive characteristics is Optimism, mind and firmness. The negative characteristics is excessive and awkwardness. Good for color in coming door house and kitchen. Not right for dinning room, children room and bath.

GREEN

The growth, fertility and harmony symbol. Coolest and freshly. The positive characteristics is optimism, freedom, and balance. The negative characteristics is jealously and falsehood. Right for therapy room and bath, not good for living room, playing room and studying room.

BLUE

Peacefulness and coolest. Closely related with spirituality, contemplation, mystery and patience. Positive associated is believing and stability. The Negative is suspiciously and melancholic. In a room, gave look larger. Good for therapy room and bedroom. Not right for living room, dinning room and working room

WHITE

The new beginning and purity symbols. Positive qualify is clean and fresh. Negative characteristics is cold and without life. Good for kitchen and bathroom. Not right on children room and dinning room.

BLACK

Mysterious and independent is black color characteristics. Positive qualify is fascination and strength. Negative characteristics is deadly, darkness and evil powers. Good for adolescent room, and bedroom. Not right for working room, children room and living room.

BROWN

Explain the stability and integrity. Positive characteristics is stability and elegance but explain the negative looks about depression and older. Good for working room but not good for living room.

From : much informations

Senin, Desember 15, 2008

mencari kedamaian sejati

Berhati-hatilah berpikir positif (Positive Thinking)
: Dalam usaha menuju kebahagiaan hidup sejati

Sebagaimana riset menyebutkan, 60.000 pikiran kita miliki setiap hari. Adalah mustahil untuk membuat semua pikiran itu positif.
Pertama, karena sifat kegiatannya yang abstrak, banyak yang tidak menyadari bahwa pikiran negatif itu dilahirkan dari perasaan negatif yang lebih berupa vibrasi energi, bukan dari pikiran. Sehingga meski seperti ada manfaatnya, positive thinking sebenarnya merupakan resep yang keliru untuk mengubah pikiran negatif menjadi positif.
Kedua, karena penyebab timbulnya pikiran negatif adalah perasaan dalam hati (bawah sadar), maka segala usaha untuk menanamkan pikiran positif yang tidak dilakukan dihati menjadi tidak tepat sasaran. Dan betapapun niat mulia seseorang untuk berniat lebih baik, prosesnya akan sangat sulit dan bahkan hasilnya kadang tidak memuaskan.
Ketiga, ketika kita berusaha untuk berpikir positif, kita tidak sadar kalau kita “memusuhi, membenci, dan tidak suka” bagian diri kita sendiri (yang negatif). Seperti hukum alam, ini juga berlaku bagi pikiran kita. Bagian negatif diri kita akan semakin terlihat, dan kita akan semaikn tidak menghargai diri kita sendiri. Berpikir sesuatu, baik atau buruk adalah sama seperti merencanakan sesuatu itu terjadi.
Kenapa kita lebih sering berpikir positif ?
Karena kita hanya memanfaatkan 12 % kekuatan pikiran sadar (baca : logika) pada otak kita, dari pada 88 % kekuatan bawah sadar (subconscious mind) kita yang secara umum disebut “perasaan”.
Selama ini hidup hanya didominasi oleh otak (pikiran) yang menentukan kemana kita berjalan, kapan kita harus istirahat, apa yang akan kita lakukan, dll. Kita seringkali mengesampingkan “perasaan” yang kadang mencoba memberitahu jalan atau arah yang benar yang harus kita lalui. Kenapa kita tak mencoba menyerahkan keputusan-keputusan yang harus kita ambil dalam hidup kepada yang lebih berhak ? Yaitu jantung kita ?
Kenapa jantung ?
Sebagaimana telah diketemukan oleh para ilmuwan, bahwa jantung mulai berdetak pada janin bahkan sebelum otak terbentuk. Dalam jantung terdapat lebih dari 40 ribu sel neuron, yang menandakan bahwa jantuung memiliki system saraf tersendiri yang sering disebut ‘otak dalam jantung’. Perlu diketahui pula, bahwa jantung mempunyai medan elektromagnetik 5000 kali lebih besar daripada otak kita. Dan ketika medan energi dari jantung ini kita ijinkan mengalir ke otak, para ilmuwan menemukan pula bahwa perasaan dan informasi yang dikirim dari jantung ke otak dapat menimbulkan efek transformatif pada fungsi otak, memunculkan ketajaman intuisi dan meningkatkan perasaan nyaman dan tenang. Selain itu, kolaborasi keduanya juga memunculkan keseimbangan dalam mengeliminasi stress, meningkatkan kreatifitas dan rasa damai di hati seseorang secara bersamaan. Karena keterikatan yang kuat inilah, jantung mulai dilihat sebagai saluran atau penghubung jiwa, kesadaran tinggi atau energi spiritual yang masuk ke dalam manusia saat dilahirkan. Dari sinilah kita sebut jantung adalah sebagai “perasaan atau hati” kita. Karena saat hati kita terluka, kita selalu menunjuk dalam dada kita. Saat kita berpikir takutpun, jantung kita lah yang berdebar.
Disinilah kita ajari diri kita untuk menggunakan perasaan sebagai navigasi dalam hidup kita. Dari sini kita belajar dan berpikir dengan jantung (hati, perasaan). untuk ikhlas dan pada akhirnya kita menguasai perasaan enak (positive feeling), bukan hanya berpikir enak (positive thinking). Kita hanya perlu menyelaraskan keduanya. Semua proses perubahan seharusnya dimulai dengan positive feeling dan diakhiri dengan positive thinking.
Karena itu, ada baiknya sebelum mengejar cita-cita atau keinginan, kita telaah lebih dulu apa tujuan hidup kita. Karena jika tidak, kita akan terus memproduksi pikiran positif (positive thinking), berusaha keras mewujudkan cita-cita itu, tapi kita lupakan kondisi dan kata hati kita sendiri. Kita rubah paradigma positive thinking yang menyebutkan “kita akan mendapatkan apa yang paling sering kita pikirkan”, dengan paradigma positive feeling “kita akan mendapatkan apa yang paling sering kita rasakan”. Karena petunjuk Tuhan yang kita harapkan untuk menjadi manusia sempurna tidak bisa diterima oleh kemampuan Cipta-Akal-Pikir manusia, melainkan oleh Rasa dalam dalam keheningan Cipta-Rasa-Karsa. Dalam ajaran Jawa disebut Manunggaling kawulo Gusti. Sedangkan manusia sempurna adalah manusia yang seimbang dan utuh dengan seluruh kecerdasannya, yang meliputi kecerdasan fisikal dan intelektual yang bisa kita dapat dari bangku pendidikan, kecerdasan emosional dari pergaulan, dan kecerdasan spiritual dari kematangan pengalaman hidup. Kita hanya perlu kembali ke fitrah kita sebagai manusia untuk menjadi sempurna. Dan kebahagian adalah Fitrah kita sebagai manusia. Karena kita adalah refleksi dari sifat-sifat Tuhan.
Karena Tuhan telah memberikan kesempurnaan dan kebahagiaan dalam diri kita sejak kita lahir didunia sebagai manusia. Kita hanya perlu menariknya dari alam kosmos kita, dengan bersyukur dalam Doa, dalam rasa ikhlas. Karena saat kita Ikhlas, alam vibrasi melalui mekanika kosmos akan membantu mewujudkan niat-niat kita. Saat kita Ikhlas, doa dan niat kita berjabat tangan dengan energi vibrasi yang tak kasat mata kita melalui mekanisme kosmos tadi, tanpa kita sadari. Disitulah tangan Tuhan bekerja. Karena dalam doa, kita akan mendapatkan apa yang kita fokuskan, bukan apa yang kita inginkan. Dan dalam syukur ada rasa cinta terhadap apa yang kita punya, sekecil apapun, serta mengiingatkan kita bahwa Tuhanlah yang memberi. Tuhan tahu apa yang kita mau, kita hanya perlu tahu apa yang kita mau. Sukses adalah pilihan. Karena dalam setiap Niat (pikiran dan perasaan) dalam keikhlasan yang dalam kita sudah langsung dalam proses perwujudan dari keinginan-keinginan sukses kita. Dan hanya keyakinan Keimanan dalam bentuk syukur yang akan memastikan kelancaran proses itu.
Jadi pada dasarnya, kita telah memiliki kekuatan besar untuk meraih apa yang kita inginkan. Tinggal kita yang harus cerdas dan fokus (: percaya) dalam meminta. Dan dalam Doa yang disertai dengan ikhlas, dan keyakinan tingkat tinggi kepada Tuhan, kita seolah hanya seperti menarik kebahagiaan untuk menjadi kenyataan yang sudah bertaburan disekeliling kita. Kita hanya perlu merubah teori tentang kecerdasan fisikal, kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual diatas menjadi pengalaman nyata yang empiris. Karena semua manusia adalah berhasil, sebagaimana Fitrah yang diberikan Tuhan. Tidak perlu kita mencari jauh diluar. Kita hanya butuh ketenangan fisik, mental dan spiritual untuk berbuat intim dengan Tuhan dalam Doa yang ikhlas, khusuk dan diakhiri dengan rasa syukur. Bersyukurlah dimulai dari hal terkecil, seperti bersyukur jika kita masih bisa mengucap syukur itu !

“Tuhan ada disini, didalam jiwa ini.
Berusahalah agar Dia tersenyum”
Ebiet G Ade

Sebenarnya, kebahagiaan adalah alat untuk meraih kesuksesan. Karena sukses bukan sebuah pencapaian. Melainkan hasil dari rasa hati yang bahagia. Nasib kita mencerminkan karakter kita. Sementara karakter kita bermuara dari kebiasaan dan tindakan kita. Lalu mengapa kita tidak belajar langsung dari Tuhan lewat diri kita ?

“Istafti Qalbak, mintalah fatwa pada hatimu”
Muhammad SAW

Mari kita gunakan hati (: perasaan) kita untuk meraih kebahagiaan yang sejati. Gunakan 88 % kekuatan perasaan kita. Mari ciptakan dunia yang sukses dengan kekuatan hati yang ikhlas. Tuhan hanya terasa kehadiranNya dalam kedamaian.

Des 08 Dari : berbagai sumber

mencari kedamaian sejati


Minggu, Desember 07, 2008

Tentang Petani

Beberapa waktu yang lalu, saya mendengar keluhan bapak kepada Ibu saya, tentang tanaman padi yang tengah ditanam beliau. Semua berawal dari sulitnya mendapatkan pupuk organik sebagai nutrisi vital untuk tanaman padi. Seharian bapak saya antre untuk mendapatkan pupuk tersebut, yang ternyata begitu tiba antrean, pupuk sudah habis.

Saya hanya mendengarkan saja, sembari menonton teve karena saya akui memang sedikit durhaka, anak seorang petani yang tidak tahu bagaimana susahnya hidup sebagai petani.

Sampai pada perkataan bapak yang sedikit emosional saya kira, “apa presiden kita ngga makan nasi?” Mungkin hanya sebuah ungkapan sederhana tentang kekesalan bapak saya, tapi kok saya rasakan amat dalam maknanya.

Sudah begitu parahkah kondisi pertanian di Indonesia? Sudah begitu susahkah hidup sebagai seorang petani di Indonesia. ‘Karir’ yang dulu saya anggap sebagai “Really Hero” didunia.

Entah sisi mana yang salah, saya tidak berminat membahas itu.

Saya coba cari tahu. Dari data yang saya dapat, luas areal pertanian di Indonesia terus menyusut dari tahun ke tahun, karena perkembangan pemukiman, pemekaran perkotaan, pembangunan jalan baru, atau pemilik lahan yang bosan menjadi petani dan merubah lahan pertanian tanaman pangan menjadi lahan kering untuk tanaman keras. Jika saya sedikit berhitung, luas lahan pertanian pada dalam kurun waktu tahun 1998 – 1993 saja setiap tahun berkurang 40.000 hektar, dan dalam kurun waktu tahun 2000 – 2002 berkurang 110,16 ribu hektar. Bisa dibilang dalam sehari 3000 hektar sawah menghilang dari tanah Indonesia. Yang lebih membuat saya lebih senewen, lahan sawah khusus didaerah kecil saya, menyusut kurang lebih 4% tiap tahun! Penyusutan yang sangat signifikan menurut saya, jika saya sedikit takut untuk menuliskan mengkhawatirkan!

Masih mencoba berhitung-hitung lagi, juga dari data yang saya dapat, jika pada tahun 2007 jumlah penduduk Indonesia kurang lebih 220 juta jiwa, dengan prediksi pertumbuhan penduduk 7 % saja pertahun, idealnya untuk mengimbangi pertumbuhan jumlah penduduk yang saya yakin semua masih doyan dan makan nasi, luas lahan pertanian di Indonesia kurang lebih 15 juta hektar. Sedangkan saat ini hanya tinggal 7 juta hektar lahan sawah produktif. Berarti pada tahun 2015 kurang lebih 300 juta jiwa, masih mampukah Bapak-Bapak saya mencukupi kebutuhan pangan dalam negeri sendiri dengan terbatasnya lahan pertanian yang tersisa? Masih imbangkah pertumbuhan penduduk dengan kondisi pangan saat itu? Atau pola hidup masyarakatnya saja yang dirubah? Biasakan sarapan sereal, makan siang roti, makan malam kentang?

Berkaitan dengan keluhan bapak saya tadi, dari kaca mata saya yang notabene bego untuk urusan perpadian, saya kok berpikir, mestinya dengan munyusutnya lahan pertanian, keberadaan pupuk harusnya kan lebih melimpah karena semakin banyak orang yang tidak lagi membutuhkannya. Tidak perlu ngantre, berebut, atau terpaksa menjual satu dua item barang untuk menebus sekantung pupuk yang jikapun ada harganya melebihi ambang batas kemampuan finansial seorang petani kayak bapak saya yang di Indonesia adalah termasuk kasta kaum miskin.

Ah mungkin saya yang terlalu prediksional, naïf, atau berandai-andai. Saya hanya mencoba memikirkan, masih bisakah saya memberi makan nasi pada anak saya kelak? Masih adakah tanaman padi yang bisa dilihat anak cucu saya kelak?

Banyak sekali pertanyaan-pertanyaan muncul dibenak saya hanya karena perkataan bapak tadi. Mencambuk inspirasi saya, juga kepedihan yang tiba-tiba berontak dari kealpaan dalam melihat sekitar didunia kecil hidup saya.

Tapi saya masih mencoba yakin, orang-orang, kelompok, instansi, institusi, departemen atau dinas apapun yang berkaitan dengan problema ini, adalah manusia-manusia hebat yang diikat Tuhan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut sebagaimana tanggungjawabnya. Entah bagaimana caranya, sekali lagi saya kok tidak berminat membahasnya.

Sampai saat tulisan ini saya ketik, saya hanya masih yakin Pak Presiden masih doyan dan makan nasi.

Solo. AwalDes08

Sabtu, November 29, 2008

The End Of The World

The End of The World


Judul diatas merupakan isi sebuah “ramalan Suku Maya”
Ramalan Bangsa Maya mengatakan : Akhir dunia akan ditandai dengan perselisihan dan perang nuklir

Dalam Berbagai Ajaran Agama, semua yang bermula pasti akan berakhir. Seperti halnya ada siang akan diikuti oleh malam, adanya sehat pasti akan diikuti datangnya sakit dan adanya sifat jahat pasti akan diimbangi oleh kebaikan. Tinggal bagimana kit amenyikapi semua hal tersebut untuk tetap menjaganya sesuai dengan kehidupan seperti apa yang kita inginkan.

Ada sebuah cerita dan ramalan menarik yang dapat diambil dari setiap ajaran agama dan ramalan para ahli sufi. Dalam mitos-mitos kuno, setiap masa atau kaum memiliki era dan kepercayaan bagimana dunia akan berakhir. Namun disetiap waktunya ramalan tersebut menjadi satu hal yang patut diperhitungkan dan mana yang benar. Menurut para ahli arkeolog, Ramalan Nostradamus dan Para Sufi Bangsa Mayalah yang paling tersohor.

Kalender Bangsa Maya hingga saat ini disebutkan adalah kalender yang paling akurat yang pernah ada di bumi. Sudah banyak kejadian dan fenomena mereka kumpukan dan diterangkan dalam sebuah simbol-simbol dan karakter untuk meramal kehidupan budaya dan akhir jaman. Salah satunya perhitungan kalender menyebutkan bahwa tepatnya tanggal 21 Desember 2012, merupakan “End of Times”. Maksud kata ini masih banyak diperdebatkan oleh para ilmuwan dan arkeolog namun makna tersebut salah satunya dimaknai sebagai berakhirnya kehidupan manusia di bumi.

Seperti mengingat kisah nabi Nuh (Noah), pada saat itu, seluruh kehidupan manusia telah musnah. Akibat sebuah bencana yang disebut karena azab, hanya umat nabi Nuh yang hidup dan selamat. Tidak hanya sekali itu, menurut catatan sejarah telah sebanyak 81 kali kehidupan dibumi membuat seperti siklus. Kehidupan satu muncul dan kehidupan lainnya dihancurkan. Akankah kehidupan manusia di lima tahun mendatang musnah?

”Ketika ramalan demi ramalan saya artikan tersembunyi sebuah makna bahwa perang dunia ketiga akan segera terjadi,” kata Doktor Michael Ratherford seoarang arkeolog yang mempelajari manuskrip Nostradamus sejak 1975. Selanjutnya kisah yang ia tangkap dari ramalan tersebut ditulisnya dalam bentuk buku yang berjudul The Nostradamus Code: World War III.

Tumpukan manuskrip yang ditulis oleh Michel de Nostradame, atau lebih dikenal Nostradamus (1503-1566) itu ditemukan oleh anggota dari Italian National Library di Roma. Temuan besar pada Mei 2005 tersebut memberikan makna yang lebih besar sekarang dengan sebutan The Nostradamus Code. Untuk memahaminya, Ratherford menggunakan sebuah teknik analisa seni dan bilangan alogaritma. Data yang dihasilkan dapat dianalisis dalam waktu 10 menit. Dalam buku disebutkan permusuhan dan perkelahian akan berkecamuk dan perang dunia ketiga akan terjadi.


Salah satu terpanas yang saat ini sedikit menyingggung dan benar-benar menjadi tanda dibahas dalam BAB empat buku tersebut. BAB tersebut membahas kapan waktu permasalahan timbul. Dalam syair ke 3 dan 4 Nostradamus Code menyebutkan pada abad ke 20 perselisihan akan banyak terjadi. Pemimpin yang gila meluncurkan bom nuklir ke daerah Mediterania dan Eropa. Selama periode kegelisahan tersebut pemimpin negara di Timur Tengah mampu mendapatkan senjata nuklir. Dia kemudian melakukan sesuatu hal yang kecil dan tidak akan ragu lagi menggunakan senjata untuk peperangan...

Selain itu dalam syair ke 67 disebutkan sumber bencana seperti gunung api, gempabumi, banjir dan musim kekeringan akan semakin dirasakan oleh seluruh umat manusia. Bencana-bencana tersebut akan menyebabkan pertikaian semakin besar dan konflik sosial semakin parah. Amerika disebutkan akan mengalami kondisi yang paling parah terhadap bencana alam seperti gempabumi dan banjir. Pada waktu itu kondisinya akan penuh konflik, keputusasaan dan kesengsaraan. Akibat bencana yang besar tersebut Amerika akan Bangkrut dan struktur politik serta sosialnya melemah.

Tanda lain yang disebutkan dalam syair ke 23 dan 81 disebutkan bahwa kepercayaan anti terhadap keberadaan Tuhan akan kembali meningkat di Timur Tengah. Kepercayaan ini kemudian akan merambah keberbagai penjuru seperti Eropa, dan Wilayah Mediterania. Tanda lainnya adalah untuk negara ke tiga dunia, para pemimpinnya akan saling berselisih. Selain itu masih banyak lagi sumber masalah yang menjadi tanda perang dunia ke tiga untuk menuju akhir dunia.

”Rangkuman dalam buku ini hampir sama penggambarannya seperti dalam kepercayaan Tuhan yang terangkum di umat nabi Musa, di Injil atau Islam,” kata Ratherford. Dalam sampel buku yang diterbitkannya tersebut ia tidak menyebutkan apakah Nostradamus menyebutkan waktu akhir dunia seperti bangsa Maya atau tidak. Namun setiap BAB yang diterangkannya bahwa keterangan kapan akhir dunia ini akan terjadi sudah sangat dekat.

Pemusnahan Berkali-kali

Didalam beberapa mitologi-mitologi kuno bahwa bumi ini pernah dilanda banjir dahsyat yang mengerikan, hampir semua peradaban-peradaban zaman dulu ada cerita tentang bencana yang satu ini, misalnya diantara lebih dari 130 suku Indian di Benua Amerika hampir tidak ada suku yang tidak memitoskan banjir dahsyat sebagai topik.

Mari ingat Kisah Nabi Nuh (Noah). Dikisahkan didalam Al-Qur’an maupun Bible, bahwa seluruh peradaban manusia pada saat itu musnah, terkecuali bagi orang-orang yang percaya pada ajaran Tuhan yang disampaikan oleh Nabi Nuh yang selamat dari bencana air bah yang maha dahsyat itu.

Di sekitar pedalaman kaki Gunung Himalaya, Tibet misalnya, orang-orang menjumpai sebuah suku, keturunan dan rupa mereka hampir mirip dengan orang Yunani. Konon katanya, mereka adalah orang-orang yang beruntung masih hidup atas peristiwa banjir yang dahsyat itu.


Pada tahun 1986, kantor berita pemerintah Turki menyatakan bahwa 5.200 meter di atas permukaan laut puncak gunung (Ararat), telah ditemukan sebuah benda yang mirip dengan perahu Nabi Nuh yang berbentuk persegi empat, lalu mengambil gambarnya dari angkasa, dan panjang perahunya sesuai dengan yang dicatat dalam kitab suci.

Adalah sebuah artikel menarik, menurut penuturan dari Master Li Hongzhi (pendiri Falun Gong/Falun Dafa) dalam buku Zhuan Falun Ceramah I halaman 22. Beliau menuturkan bahwa peradaban dimuka bumi ini setidaknya telah dihancurkan kurang lebih sebanyak 81 kali mengalami kemusnahan total.

Lalu kenapa manusia bisa mengalami bencana itu? Mitologi dari setiap negara mempunyai penjelasan yang sama terhadap hal ini. Semua ini dikarenakan kemerosotan dan kebejatan manusia, lalu Sang Penguasa Alam Semesta memutuskan untuk menghukum manusia.

Dikisahkan pada zaman nabi-nabi terdahulu, ada yang disebut sebagai zaman edan dan zaman fitrah kembali, sehabis zaman edan akan kembali lagi ke zaman fitrah sampai saatnya tiba alam semesta ini benar-benar akan dihancurkan secara keseluruhan.

Ketika suatu zaman dimana manusia telah menunjukkan kemerosotan moral yang luar biasa (zaman edan), Sang Pencipta memutuskan untuk mengakhiri peradaban tersebut dengan mengirimkan beberapa bencana besar yang akhirnya mengakhiri kehidupan dimuka bumi pada saat itu.

Hanya beberapa oranglah yang disisakan untuk memulai peradaban baru selanjutnya. Pada waktu peradaban baru ini lahir, hati orang-orang yang berhasil terselamatkan tersebut kembali dalam keadaan bersih/fitrah (setelah bertobat) karena telah disadarkan oleh rentetan bencana mengerikan yang menimpanya dimasa silam.

Pada saat ini, dimana tanda-tanda zaman edan telah dapat terlihat dengan begitu jelas, mungkin kembali saatnya peradaban pada saat ini harus kembali diakhiri, dan akan digantikan dengan sebuah peradaban baru yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan peradaban sebelumnya. (mungkin manusia-manusia yang akan datang akan mengenal sisa-sisa peradaban kita sebagai sebuah peradaban maju yang hilang ditelan masa, seperti halnya kisah mengenai peradaban Atlantis dan Lemuria yang tenggelam dimasa silam).

Tahun 2012 Bumi akan dihancurkan kembali?

Pada sistem penanggalan didalam Kalender Bangsa Maya/Maya Calendar yg merupakan kalender paling akurat hingga kini yg pernah ada di bumi. (Perhitungan Maya Calendar dari 3113 SM sampai 2012 M), mereka (Bangsa Maya) menyatakan pada tahun 2012, tepatnya tanggal 21 Desember 2012, merupakan “End of Times”. Maksud dari “End of Times” itu sendiri masih diperdebatkan oleh para ilmuwan, dan arkeolog.


Ada yang menyatakan bahwa maksudnya adalah :
Berhentinya waktu (bumi berhenti berputar)
Peralihan dari Zaman Pisces ke Aquarius
Peralihan dari Abad Silver ke Abad keemasan
End of Times = End of the World as we know it
Akan ada sebuah galactic Wave yang besar, yang memberhentikan semua kegiatan di muka bumi ini, termasuk kemusnahan manusia
Perubahan dari dimensi 3 ke dimensi 4, bahkan 5
Kehidupan manusia meningkat dari level dimensi 3, ke 4, DNA manusia meningkat dari strain 2 ke 12, sehingga manusia dapat menggunakan telepati bahkan telekinesis
Ada yang menyatakan tidak akan terjadi apa-apa
Ada yang menyatakan waktu sudah tidak akan berlaku, jadi waktu tidak linear, tetapi bisa berubah-ubah, sesuai dengan waktu yang kita alami, karena ditemukannya mesin waktu
Ditemukannya mesin waktu dan stargate
Manusia sudah dapat melakukan transportasi ke galaxi lain, melalui stargate
Bangkitnya messiah, yang akan menyelamatkan manusia dari kehancuran
Kebangkitan Isa AS / Jesus
First Contact pertama kali peradaban manusia dengan Alien/UFO
Manusia bergabung dengan komunitas antar galaxi pertama kali, manusia = galaxy being

Dalam kalender bangsa Maya yang sangat tersohor itu, diramalkan bahwa pada periode 1992-2012 bumi akan “dimurnikan”, selanjutnya peradaban manusia sekarang ini akan berakhir dan mulai memasuki peradaban baru.

Dalam sejarah peradaban kuno dunia, bangsa Maya dikenal menguasai pengetahuan tentang ilmu ____ yang khusus dan mendalam, sistem penanggalan yang sempurna, penghitungan perbintangan yang rumit serta metode pemikiran abstrak yang tinggi. Kesempurnaan dan akurasi dari pada penanggalannya membuat orang takjub.

Sekelompok masyarakat yang misterius ini tinggal di wilayah selatan Mexico sekarang (Yucatan) Guetemala, bagian utara Belize dan bagian barat Honduras. Banyak sekali pyramid, kuil dan bangunan-bangunan kuno yang dibangun oleh Maya yang masih dapat ditemui di sana. Banyak juga batu-batu pahatan dan tulisan-tulisan misterius pada meja-meja yang ditinggalkan mereka.

Para arkeolog percaya bahwa Maya mempunyai peradaban yang luar biasa. Hal itu bisa dilihat dari peninggalannya seperti buku-bukunya, meja-meja batu dan cerita-cerita yang bersifat mistik. Tetapi sayang sekali buku-buku mereka di perpustakaan Maya semuanya sudah dibakar oleh tentara Spanyol ketika menyerang sesudah tahun 1517. Hanya beberapa tulisan pada meja-meja dan beberapa system kalender yang membingungkan tersisa sampai sekarang.

Seorang sejarahwan Amerika, Dr. Jose Arguelles mengabdikan dirinya untuk meneliti peradaban bangsa ini. Ia mendalami ramalan Maya yang dibangun di atas fondasi kalender yang dibuat bangsa itu, dimana prediksi semacam ini persis seperti cara penghitungan Tiongkok, ala Zhou Yi. Kalendernya, secara garis besar menggambarkan siklus hukum benda langit dan hubungannya dengan perubahan manusia.

Dalam karya Arguelles, The Mayan Factor: Path Beyong Technology yang diterbitkan oleh Bear & Company pada 1973, disebutkan dalam penanggalan Maya tercatat bahwa sistim galaksi tata surya kita sedang mengalami ‘The Great Cycle’ (siklus besar) yang berjangka lima ribu dua ratus tahun lebih. Waktunya dari 3113 SM sampai 2012 M. Dalam siklus besar ini, tata surya dan bumi sedang bergerak melintasi sebuah sinar galaksi (Galatic Beam) yang berasal dari inti galaksi. Diameter sinar secara horizontal ini ialah 5125 tahun bumi. Dengan kata lain, kalau bumi melintasi sinar ini akan memakan waktu 5125 tahun lamanya.

Orang Maya percaya bahwa semua benda angkasa pada galaksi setelah selesai mengalami reaksi dari sinar galaksi dalam siklus besar ini, akan terjadi perubahan secara total. Orang Maya menyebutnya, penyelarasan galaksi (Galatic Synchronization). Siklus besar ini dibagi menjadi 13 tahap, setiap tahap evolusi pun mempunyai catatan yang sangat mendetail. Arguelles dalam bukunya itu menggunakan banyak sekali diagram-diagram untuk menceritakan kondisi evolusi pada setiap tahap. Kemudian setiap tahap itu dibagi lagi menjadi 20 masa evolusi. Setiap masa itu akan memakan waktu 20 tahun lamanya.

Dari masa 20 tahun antara tahun 1992-2012 itu, bumi kita telah memasuki tahap terakhir dari fase Siklus Besar, bangsa Maya menganggap ini adalah periode penting sebelum masa pra-Galatic Synchronization, mereka menamakannya: The Earth Generetion Priod (Periode Regenerasi Bumi). Selama periode ini bumi akan mencapai pemurnian total. Setelah itu, bumi kita akan meninggalkan jangkauan sinar galaksi dan memasuki tahap baru: penyelarasan galaksi.

Pada 21 Desember 2012 akan menjadi hari berakhirnya peradaban umat manusia kali ini, dalam perhitungan kalender Maya. Sesudah itu, umat manusia akan memasuki peradaban baru total yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan peradaban sekarang. Pada hari itu, tepatnya musim dingin tiba, matahari akan bergabung lagi dengan titik silang yang terbentuk akibat ekliptika (jalan matahari) dengan ekuator secara total. Saat itulah, matahari tepat berada di tengah-tengah sela sistem galaksi, atau dengan kata lain galaksi terletak di atas bumi, bagaikan membuka sebuah “Pintu Langit” saja bagi umat manusia.

Mulai 1992, bumi memasuki apa yang oleh bangsa Maya disebut ‘Periode Regenerasi Bumi”. Pada periode ini, Bumi dimurnikan, termasuk juga hati manusia, (ini hampir mirip ramalan orang Indian Amerika-Utara terhadap orang sekarang ini), subtansi yang tidak baik akan disingkirkan, dan substansi yang baik dan benar akan dipertahankan, akhirnya selaras dengan galaksi (alam semesta), ini adalah singkapan misteri dari gerakan sistem galaksi kita yang diperlihatkan oleh bangsa Maya.

Sejak tahun 1992 sampai 2012 nanti, bagaimana terjadi “pemurnian” dan bagaimana pula terjadi “regenerasi” pada bumi kita ini, tidak disebutkan secara detail oleh bangsa Maya. Dalam ramalan mereka pun tidak menyinggung tentang apa hal konkret yang memberikan semangat manusia untuk bangkit dari kesadaran dan bagaimana bumi mengalami permurnian, yang ditinggalkan oleh mereka kepada anak cucunya (barangkali tidak tercatat). Lantas, fenomena baru apa yang sudah bisa kita lihat sejak tahun 1992 sampai sekarang yang bisa kita kaitkan dengan ramalan bangsa Maya yang beradab itu?

Mungkin sudah diatur, bahwa kalender Maya tidak hilang dan sejarah manusia, dan harus diuraikan dengan kode oleh manusia sekarang. Namun ia tetap saja harus dilihat, apakah umat manusia yang terpesona oleh konsepsinya yang terbentuk sesudah kelahiran dapat menembus batas-batas untuk mengingatkan dan memahami kebenaran yang melampaui sistim pengetahuan kita.

Sebenarnya, jika ditinjau dari beberapa penelitian yang telah dilakukan saat ini. Memang pada beberapa dua dasawarsa belakangan ini, bumi sedang mengalami suatu siklus yang dinamakan pembalikan daya magnet kutub.

Pembalikan daya magnet kutub adalah proses yang terjadi pada waktu kutub utara dan kutub selatan saling bertukar posisi. Ketika ini terjadi, untuk beberapa saat medan magnet bumi mencapai Gauss nol, yang berarti bumi pada waktu itu punya daya magnet nol. Ketika ini terjadi bersamaan dengan perbalikan orbit sebelas tahunan kutub matahari, masalah besar akan terjadi.

Menurut perhitungan computer Hyderabad, pembalikan kutub Bumi dan Matahari dapat mengakibatkan masalah besar selain elektronik tidak bekerja dengan semestinya, burung yang bermigrasi kehilangan haluan, dan bermacam macam:

Sistem ketahanan tubuh semua hewan dan termasuk manusia akan banyak melemah.
Lapisan luar bumi akan mengalami pertambahan gunung berapi, pergerakan tektonik, gempa bumi, dan tanah longsor.
Medan magnet Bumi akan melemah dan radiasi alam semesta berasal dari matahari bertambah berlipat ganda mengakibatkan bahaya radiasi seperti kanker dan sebagainya tidak dapat dihindari
Benda-benda angkasa akan tertarik masuk ke Bumi
Daya gravitasi Bumi akan mengalami perubahan meskipun tidak diketahui bagaimana ia akan berubah.
Jika anda menambahkan semua skenario bencana yang mungkin terjadi, anda dapat dengan mudah mengatakan dengan kalimat sederhana ini, Bumi dapat menjadi tempat yang tidak cocok untuk ditinggali peradaban manusia pada 2012 ataupun mereka yang hidup dekat lapisan luar bumi. Hal ini mungkin saja dapat terjadi pada Mars jutaan tahun yang lalu.

Mungkin benar adanya apa yang dikatakan Bangsa Maya mengenai kehancuran perdaban manusia di tahun 2012 esok, hal tersebut tentunya dapat kita lihat dari sifat-sifat manusia zaman sekarang yang bagaimana moralnya, kelakuan telah sangat merosot dan alam-pun kelihatannya semakin tidak bersahabat dengan kita.

Di Indonesia sendiri seorang peramal mengatakan, “pada tahun 2012 nanti jumlah penduduk di Indonesia ini tinggal 40%”. Lalu ketika ditanya apa penyebabnya,dia menuturkan, “pada tahun itu sebuah bencana besar akan melanda Bumi secara Global, mungkin pada setiap negara nantinya hanya menyisakan 30%-40% kehidupan untuk kembali membangun kehidupan baru”.

Ramalan serupa juga diutarakan oleh Beberapa Biksu di Tibet yang terkenal dengan penguasaan clairvoyance-nya yang sangat baik. Mereka mengatakan pada awal tahun 2012 merupakan tahun paling mendebarkan bagi umat manusia di muka Bumi, dimana pada permulaan tahun, beberapa fenomena aneh akan banyak bermunculan. Namun dalam penutupnya, Para Biksu mengatakan Bumi akan terselamatkan oleh sebuah kekuatan besar yang melindungi mereka secara kasat mata, sehingga memungkinkan peradaban manusia tidaklah sepenuhnya musnah.

Pada 10 tahun belakangan ini Master Li Hongzhi mengajarkan prisip karakter alam semesta “Zhen-Shan-Ren” (Sejati-Baik-Sabar) yang berefek untuk memurnikan hati manusia dan alam ini. Dalam waktu singkat pengikut latihan kultivasi jiwa dan raga ini telah lebih mencapai dari 200 juta orang yang tersebar lebih di 60 negara. Melalui kultivasi yang terus menerus latihan ini dapat mencapai tujuan menggantikan sel-sel tubuh manusia dengan materi energi tinggi dengan meningkatkan moral manusia sesuai dengan karakter alam semesta.

Tidak ada seorangpun yang bisa meramalkan kapan tepatnya kiamat itu datang. Tapi dilain sisi, akan ada regenarasi suatu peradaban yang diramalkan para Orang Bangsa Maya ditahun 2012 nanti. Ini bukanlah suatu kehancuran Alam semesta secara keseluruhan (Jadi belum bisa diartikan kiamat yang sebenarnya), mungkin nantinya secuil para manusia-manusia yang terselamatkan dari bencana akan kembali membangun tonggak peradaban baru yang lebih baik dan lebih bermoral daripada kita...