Dijelaskan oleh seorang ahli sosiolog agama*), ada
Dalam agama modern awal, sifat hierarkis dalam agama historis mulai diruntuhkan. Ajarannya mengarah kedalam (inner) kepada diri manusia sebagai konsekuensi logis. Pasif menerima dunia, tidak harus mengikuti tata cara agama yang ada, tidak harus melakukan shalat
Perkembangan selanjutnya adalah tumbuhnya agama modern yang definisinya bukan munculnya agama baru akan tetapi timbulnya sikap yang lebih modern, seperti dihilangkannya sistem simbol keagamaan yang dualisme. Tidak mempertentangkan dunia dan akhirat, akan tetapi meleburkan menjadi satu dunia dengan tidak kembali ke monoisme primitif. Agama modern mendorong masyarakatnya mengembangkan gagasan-gagasan baru dalam system sosial menuju masyarakat demokratis. Ajarannya adalah keselamatan yang tidak memimpikan surga tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata dengan mengatasi berbagai ketimpangan dalam hidup, menjaga alam dan lingkungan, persamaan dan persaudaraan.
Berkaitan dengan kitab suci, agama modern memandang bahwa kitab suci adalah pelita untuk menuju kebenaran. Dalam kerangka kearifan, agama ini melakukan penafsiran yang mendalam terhadap kitab suci, membiarkan bahasa sastranya sebagaimana adanya, tetapi hanya menyesuaikan irama atau musiknya untuk menemukan inti dan kandungan yang obyektif agar sesuai terhadap perkembangan jaman dan system budaya masyarakat setempat sebagaimana terjadi pada awal abad masehi ketika masuknya agama Hindu dan Buddha di Indonesia.
Pengertian kitab suci, buku suci alkitab atau holy book adalah suatu bentuk buku atau lembaran suci yang memuat Sabda suci atau kalam Ilahi dan dibawa oleh nabi atau rasul. Sebagaimana dilihat dari perjalanan sejarah, kitab tertua yang ada didunia adalah kitab suci agama Hindu yang diperkirakan telah ada sejak 5000 tahun yang lalu. kemudian baru kitab suci agama Yahudi, Majusi, Buddha dan Kong Hucu yang hadir kurang lebih 2500 tahun yang lalu. dan yang lebih muda adalah kitab suci agama Kristen (Perjanjian Baru), kitab agama Islam (Al Qur’an) dan kitab-kitab suci agama Sikh (Adi Grant, sekitar abad XVI) dan agama Bahai yang berkembang sekitar abad XIX. Dari berbagai sejarah tersebut diketahui bahwa kitab suci hadir selalu ditengah suatu masyarakat yang sudah mengenal aksara.Pada umumnya kitab suci memuat hal-hal yang bersifat supranatural seperti Tuhan, dewa, malaikat atau makhluk halus lainnya. Juga memuat tentang kepercayaan tentang dunia yang akan datang, surga dan neraka berikut segala perintah dan larangan, kisah-kisah kepahlawanan, peperangan dan aturan-aturan tentang kehidupan bermasyarakat, serta memuat juga aturan dan tata cara kebaktian kepada Tuhan. Pada kesimpulannya, ternyata semua kitab suci juga menuntun kehidupan batin/spiritual manusia. Dikarenakan banyak mengandung metafora dan perumpamaan, dibutuhkan penalaran dan penafsiran yang bijaksana agar makna yang terkandung dalam setiap ayat dapat menjadi landasan manusia menuju kebenaran dan kehidupan batin yang bersih.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar